Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7+ Obyek Wisata Religi Dan Wisata Heritage Di Banten Yang Harus Anda Kunjungi


7+ Obyek Wisata Religi Dan Wisata Heritage Di Banten Yang Harus Anda Kunjungi

Provinsi Banten adalah sebuah provinsi yang berada di ujung barat di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi Banten pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, sebelum terjadinya pemekaran wilayah sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Provinsi Banten beribukota di Kota Serang.

Provinsi Banten di kenal memiliki banyak sekali obyek wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi, baik wisata alam, wisata pantai, maupun jenis wisata yang lainnya. 

Salah satu obyek wisata yang menarik untuk di kunjungi di provinsi Banten ini adalah obyek wisata heritage berupa peninggalan bangunan - bangunan bersejarah pada masa lalu yang menjadi tanda majunya peradaban orang Banten kala itu.

Wilayah Banten pada zaman dahulu dikenal dengan nama Bantam, yakni sebuah daerah dengan kota pelabuhan yang sangat ramai, serta dengan masyarakat yang sangat terbuka, dan sangat makmur. Pada masa itu wilayah Banten merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara yakni pada sekitar abad ke 5.

Kota Kuno Banten atau masyarakat biasa menyebutnya sebagai Banten Lama adalah situs yang merupakan sisa - sisa dari kejayaan Kerajaan Banten. Letaknya tidak jauh dari kota Jakarta, dan dapat ditempuh sekitar 2 jam berkendara dari Jakarta.

Di kawasan Banten lama ini terdapat banyak situs peninggalan dari Kerajaan Banten, seperti Istana Surosoan, Masjid Agung Banten, Situs Istana Kaibon, Benteng Speelwijk, Danau Tasikardi, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu, Vihara Avalokitesvara.

Provinsi Banten memang memiliki banyak sekali peninggalan sejarah dari zaman megalitik sampai dengan masa penjajahan Jepang. Keragaman jenis peninggalan sejarah yang ada di kawasan Banten lama mencerminkan tingginya peradaban nenek moyang bangsa kita, serta luasnya pergaulan orang - orang Banten sampai ke mancanegara.

Berikut ini adalah daftar 5 Obyek Wisata Heritage Di Banten Yang Harus Anda Kunjungi, diantaranya:

1. MASJID AGUNG BANTEN


Masjid Agung Banten
image via [email protected]_mmc_outsiders_banten

Masjid Agung Banten berada di Kompleks bangunan masjid yang terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, atau sekitar 10 km arah sebelah utara Kota Serang. Masjid Agung ini dibangun pertama kalinya oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), yang merupakan Sultan pertama dari Kesultanan Demak. Beliau merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Salah satu ciri khas yang bisa kita lihat dari masjid Agung ini adalah pada bagian atap bangunan utamanya yang bertumpuk lima, sekilas hampir mirip dengan atap bangunan Pagoda di Tiongkok. Masjid Agung ini adalah karya dari seorang arsitek Tionghoa yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi sarana pelengkap yang berada di sisi utara dan selatan dari bangunan utama masjid tersebut.

Di bagian serambi kiri masjid ini terdapat kompleks makam para Sultan Banten beserta dengan keluarganya, yaitu Maulana Hasanuddin dengan permaisurinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Kahhar atau Sultan Haji. 

Sementara dibagian serambi sebelah kanan, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin, Sultan Abdul Fattah, Pangeran Aria, Sultan Mukhyi, Sultan Abdul Mufakhir, Sultan Zainul Arifin, Sultan Zainul Asikin, Sultan Syarifuddin, Ratu Salamah, Ratu Latifah, dan Ratu Masmudah.

Keberadaan Masjid ini menjadi saksi dan bukti sejarah kejayaan Islam di Banten sejak zaman dahulu, karena wilayah Banten ini memang di kenal sangat religius.

Alamat lengkap : Komplek masjid agung Banten RT/RW 001/011, Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191
Temukan di Google Map


2. VIHARA AVALOKITESVARA 

Vihara Avalokitesvara

Vihara Avalokitesvara adalah salah satu Vihara tertua yang ada di Indonesia. Keberadaan Vihara Avalokitevara di provinsi Banten ini diyakini merupakan bukti bahwa pada zaman dahulu penganut Agama Budha pernah hidup dan berkembang di Banten dan dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa adanya konflik di masyarakat.

Kondisi fisik Vihara Avalokitevara ini sangat terawat dan di bagian halaman Vihara tersebut banyak di tumbuhi pepohonan rindang sehingga membuat suasana di tempat tersebut terasa sejuk. Pada bagian koridor yang menghubungkan antara banguunan satu dengan lainnya terdapat gambar relief tentang cerita legenda Ular Putih, yang dilukis dengan berwarna-warni dan tampak indah.

Alamat lengkap : Jl. Tubagus Raya, Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191
Temukan di Google Map

3. MASJID KOJA

Masjid Koja
image via masjid.asia

Masjid Koja saat ini tinggal reruntuhan saja. Masjid Koja berada di sebelah selatan jalan yang menghubungkan antara Speelwijk dengan Karangantu. Menurut cerita asal muasal mengapa Masjid yang berada di wilayah tersebut di sebut sebagai Masjid Koja adalah karena lokasi Masjid tersebut berada didalam kompleks perkampungan orang-orang Koja, Persia. Menurut literatur sejarah, kompleks perkampungan tersebut dulu pernah di tinggali oleh orang-orang yang berasal dari India, Jepang, Cina dan sebagainya yang berprofesi sebagai pedagang.

Alamat lengkap :
Temukan di Google Map

4. MASJID AGUNG KENARI

Masjid Kenari
image via bubukwafer.blogspot.com

Masjid Kenari berada di kampung Kenari Kasunyatana, Kecamatan Kasemen Kota Serang, Provinsi Banten,  sekitar 3 km ke arah selatan dari Masjid Agung Banten. Masjid Kenari merupakan masjid tua yang menjadi saksi peninggalan dari Sultan Abul Mufachir Muchmud Abdul Kadir (Memerintah pada tahun 1596-1651). Beliau adalah Sultan pertama yang mendapatkan gelar “Sultan” dari Mekah. Beliau merupakan putra dari Maulana Muhammad Pangeran ing Banten. 

Tidak ada catatan sejarah yang secara gamblang dan jelas menunjukkan tahun berdirinya Masjid Kenari tersebut, namun satu hal yang pasti bahwa Masjid Kenari tersebut dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abul Mufachir Abdul Qadir Kenari (Yang memerintah pada tahun 1596-1651 Masehi).

Sultan Abul Mufakir Mahmud Abdul Kadir sendiri terkenal dan mahsyur sebagai seorang Sultan yang sangat bijaksana dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Beliau sering secara diam-diam blusukan di malam hari untuk melihat dan mengecek secara langsung kondisi rakyatnya. 

Jika beliau menemukan ada rakyatnya yang kelaparan atau sedang sakit, maka keesokan harinya Sultan akan memerintahkan prajuritnya untuk memberikan bantuan kepada mereka. Sultan Abul Mufakir juga menjalin hubungan diplomatik dengan pihak - pihak lain yang berada di luar kerajaannya. Bersama - sama dengan  Sultan Abul Ma’ali, mereka membangun Banten menjadi sebuah kerajaan yang maju peradabannya. 

Alamat lengkap : Kasunyatan, Kasemen, Serang City, Banten 42191
Temukan di Google Map


5. ISTANA KERATON SUROSOWAN

Istana keraton Surosowan

Tidak Jauh letaknya dari Istana Keraton Kaibon, terdapat sebuah situs Istana yakni istana keraton Surosoan yang merupakan Kediaman dari Sultan Banten, mulai dari Sultan Maulana Hasanuddin hingga Sultan Haji yang pernah berkuasa pada tahun 1672-1687, Istana tersebut dibangun pada tahun 1552. 

Dibandingkan dengan Istana Kaibon yang terlihat masih berupa bangunan,  maka bentuk fisik istana Surosoan, kini hanya tinggal berupa sisa-sisa bangunan atau reruntuhannya saja. Sisa bangunan megah ini berupa Benteng yang terbuat dari batu merah dan batu karang dengan tinggi 0,5 – 2 meter. Di tengahnya terdapat kolam persegi empat. Konon, kolam tersebut merupakan tempat pemandian para putri istana, termasuk Rara Denok. Bangunan istana ini memiliki luas sekitar 4 hektare. Bangunan istana tersebut dihancurkan oleh pasukan Belanda pada masa kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680.

Alamat lengkap : Banten, Kasemen, Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191
Temukan di Google Map


6. ISTANA KERATON KAIBON 

Istana Kaibon merupakan sebuah Istana yang menjadi tempat tinggal Ratu Aisyah, yaitu Ibunda dari Sultan Syaifuddin. Kata Kaibon sendiri berasal dari kata " Ka-Ibu-An" yang bermakna tempat Ibu. Bentuk fisik bangunannya saat ini tinggal reruntuhannya saja. Di samping istana tersebut terdapat sebuah pohon besar dan sebuah kanal (parit). Menurut warga masyarakat di sekitar tempat tersebut, istana Kaibon ini adalah sebuah Istana yang sangat megah. Namun sayangnya, pada tahun 1832, Belanda menghancurkan bangunan istana tersebut ketika terjadi peperangan melawan Kerajaan Banten.

Alamat lengkap : Kasunyatan, 42191 Kesemen, Serang, Kasunyatan, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191
Temukan di Google Map


7. BENTENG SPEELWIJK 

Benteng Fort Speelwijk
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Benteng Speelwijk ini pada awalnya berlokasi di tepi pantai, dan berada di kampung Pamarican tidak jauh dari Pabean. Nama benteng tersebut secara lengkap adalah "Fort Speelwijk", dimana tersebut adalah sebagai penghormatan kepada Cornelis Jansz Speelman, yang menjadi Gubernur Jendral VOC pada tahun 1681 hingga tahun 1684. Benteng tersebut didirikan untuk kepentingan Belanda dan dibangun pada tahun 1685 hingga tahun 1686 oleh Hendrik Lucasz Cardeel.

Saat ini kondisi bangunan benteng tersebut hanyalah tinggal reruntuhannya saja, namun jika kita berdiri menghadap kearah reruntuhan benteng tersebut dari tepi sungai yang menghadap ke timur, maka akan tampak benteng Speelwijk yang berada di sebelah kiri. Di dalam lokasi benteng tersebut terdapat sebuah tangga yang terbuat dari batu dan sebuah menara pengintai. 

Tembok yang melintang pada benteng tersebut merupakan bekas dari tembok tertua dari kota Banten, yang langsung menjulur ke arah sepanjang pantai dimana terdapat sebuah Bolwerk (kubu pertahanan). Di bagian atas tembok benteng tersebut terdapat ruang atau jendela bagi para penembak yang dulunya tersimpan meriam pada setiap jendela tersebut.

Di bagian bawah terdapat ruangan tempat menyimpan bubuk mesiu dan peledak dan tutup jalan masuknya melalui pintu gerbang yang berada di bagian tenggara. Selain itu, ada sebuah lorong di bagian bawah yang menuju kedalam ruang penyimpanan bubuk mesiu, peledak dan senjata.  

Keberadaan benteng Fort Speelwijk tersebut menunjukkan bahwa Belanda pernah menguasai wilayah Banten. Saat itu adalah merupakan permulaan sejarah dari dimulainya monopoli perdagangan oleh VOC. Namun kemudian, pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Daendels keadaan menjadi berubah, dan situasi menjadi memburuk. Akibatnya kemudian orang-orang Belanda mulai meninggalkan benteng Fort Speelwijk pada tahun 1810.

Beberapa ratus meter dari benteng Fort Speelwijk ini ke arah timur, terdapat beberapa kuburan orang-orang Eropa (Belanda). Atas perintah dari  Gubernur Jendral A.W.F. Iden Borg, maka pada tahun 1911 reruntuhan benteng Fort Speelwijk dan kuburan yang berada di sekitarnya di pugar.

Beberapa nama orang penting bangsa Eropa yang di kubur di sekitar benteng Fort Speelwijk ini antara lain:
  • Komandan Hugo Pieter Faure (1717 – 1763).
  • Jacob Wits, seorang pegawai fiscal/pajak dan pembelian (wafat 9 Maret 1769).
  • Catharina Maria van Doorn, istri Jan van Doorn seorang letnan (30 April 1747 – 8 Desember 1769).
  • Maria Susana Acher, istri Thomas Schipers, pegawai bagian pajak dan pembelian (wafat 6 Juli 1743).

Alamat lengkap : Kampung Pamarican, Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191
Temukan di Google Map

Selain dari beberapa bangunan peninggalan sejarah masa lalu, berikut ini adalah daftar peninggalan sejarah lainnya di provinsi Banten, antara lain: 

8. Masjid Pecinan Tinggi

9. Pasar & Pelabuhan Karangatu

10. Tasik Ardi (danau buatan atau situ, luasnya sekitar 5 hektare dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah pulau kecil)

11. Jembatan Rante 


RUTE MENUJU KE KAWASAN BANTEN LAMA

Sebagai informasi tambahan dan tips untuk Anda, jika ingin mengunjungi wilayah Banten lama maka Anda dapat melewati rute ( dikutip dari https://republika.co.id/) berikut ini:

Dari arah Timur :

1. Jika Anda berangkat dari arah timur (misalnya dari Jakarta atau Tangerang), Anda bisa melewati Jalan Tol Tangerang-Merak, kemudian keluar di Pintu Tol Serang Timur. Setlah Anda keluar dari pintu tol Serang Timur, Anda tidak bisa langsung belok kanan ke arah Jalan Armada, Kota Serang. Anda harus berputar dulu melalui Taman Tugu Debus, Kemang kemudian masuk ke Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya kembali ke jalan akses Pintu Tol Serang Timur dan belok kearah  kiri yakni ke jalan Armada sebelum sampai Pintu Tol Serang Timur. Dari jalan Armada, terus saja ke Jalan Ayip Usman. Sampai di ujung jalan ini, lalu belok kiri ke Jalan Raya Banten. Setelah sampai di jembatan Sungai Cibanten kemudian belok kiri. 

2. Anda bisa melewati jalan arteri yakni Jalan Raya Serang. Sesampainya di akses Pintu  Tol Serang Timur ambil kanan untuk selanjutnya belok kiri masuk Jalan Armada sebelum pintu tol tersebut. Selanjutnya masuk Jalan Ayip Usman, Jalan Raya Banten dan belom kiri setelah melewati jembatan sungai Cibanten.

3. Melalui jalur pesisir pantai utara Provinsi Banten. Di jalur pesisir ini, ruas jalan sejak Kosambi Mauk di Kabupaten Tangerang hingga Jalan Sawah Luhur, Kasemen Kota Serang dalam kondisi bagus. Jalur ini menyajikan keberagaman masyarakat Banten sebagai masyarakat agraris, maritim, dan industri. Jalur ini biasa menjadi pilihan para peziarah dari KKB ke Pulau Cangkir di Kabupaten Tangerang atau sebaliknya.

Dari Arah Barat :

1. Dari Pelabuhan Merak, Jalan Raya Merak terus arah timur melewati Kota Cilegon menuju Jalan Raya Cilegon arah Kota Serang. Sesampai alun-alun Kramatwatu, belok kanan masuk Jalan Tasikardi Banten Lama.

2. Dari Pelabuhan Merak langsung masuk ke Tol Tangerang Merak. Ada dua pintu keluar pilihan. Jika keluar di Pintu Tol Serang Barat belok kanan masuk Jalan Raya Cilegon arah Kota Cilegon. Setelah sampai lampu merah alun-alun Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang belok kanan masuk Jalan Tasikardi Banten Lama.  namun jika keluar di Pintu Tol Cilegon Timur, belok kiri masuk Jalan Raya Cilegon arah Kota Serang. Sesampai di lampu merah alun-alun Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang belok kanan masuk Jalan Tasikardi Banten Lama.

Dari Arah Selatan:

Dari wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, mayoritas kendaraan besar seperti bus pilih yang melewati Jalan Armada untuk selanjutnya masuk ke Jalan Ayip Usman menuju Jalan Raya Banten. Jalur ini menjadi pilihan banyak rombongan peziarah paket Banten yang biasanya berkunjung ke KKB, makam Syeh Asnawi Caringan, makam Syeh Maulana Mansyuruddin Cikaduen, dan makam Abuya Dimyathi alBantani Cidahu.

Tips Berkunjung Ke Kawasan Banten Lama

Agar Anda merasa nyaman ketika berkunjung ke kawasan Banten Lama, maka Anda sebaiknya memperhatikan hal - hal kecil berikut ini:
  • Datanglah di waktu pagi hari, karena jika Anda datang siang maka akan terasa panas sekali.
  • Membawa payung untuk melindungi didi dari sengatan panas Matahari
  • Bawalah bekal secukupnya, jangan lupa untuk membawa air minum 
  • Bawalah kamera atau HP yang memiliki resolusi gambar bagus karena banyak sekali spot photo yang sangat indah dan sayang untuk dilewatkan begitu saja
Demikianlah uraian artikel tentang 7+ Obyek Wisata Religi Dan Wisata Heritage Di Banten Yang Harus Anda Kunjungi. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk Anda.

Post a Comment for "7+ Obyek Wisata Religi Dan Wisata Heritage Di Banten Yang Harus Anda Kunjungi"