Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar 6 Wisata Sejarah Di Sumatra Barat Yang Wajib Anda Kunjungi


Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) merupakan surga bagi para wisatawan, karena di provinsi ini terdapat banyak sekali obyek wisata yang sangat indah dan mempesona. Selain obyek wisata pantai yang menawan dari ujung selatan di Pesisir Selatan hingga utara di Pasaman Barat, terdapat pula banyak obyek wisata alam dan sejarah yang ada di sini.

Kemasyhuran suku asli Sumatra Barat yakni suku Minangkabau telah terkenal bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga di mancanegara. Suku Minangkabau memang memiliki begitubanyak tradisi dan adat istiadat yang sangat unik. 

Rumah adat suku Minangkabau di sebut dengan rumah gadang. Mereka juga memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi seperti  silat tradisional, musik, hingga tari-tarian tradisional. Semua jenis kesenian tersebut merupakan kekayaan budaya yang begitu menakjubkan yang di wariskan secara turun - temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai dengan saat ini.

Provinsi Sumatra Barat juga memiliki satu menu makanan yang sudah mendunia yakni Rendang.  Selain rendang, mereka juga memiliki makanan tradisional yang lain seperti dendeng bakotok, hingga olahan makanan laut.

Pada artikel kali ini, saya akan membahas tentang Daftar 6 Wisata Sejarah Di Sumatra Barat Yang Wajib Anda Kunjungi, antara lain:

1.  ISTANA PAGARUYUNG 


Obyek wisata Istana Pagaruyung merupakan salah satu obyek wisata sejarah  yang cukup menarik dan merupakan salah satu icon dari kebudayaan suku Minangkabau di Sumatra Barat. Istana Pagaruyung yang ada saat ini merupakan bangunan  replika, namun hal tersebut tidak mempegaruhi minat wisatawan untuk datang untuk belajar sejarah kebudayaan suku Minangkabau. 

Lokasi Istana Pagaruyung

Lokasi wisata istana Pagaruyung ini berada di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupate Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Obyek wisata Istana Pagaruyung ini lokasinya berjarak ± 5 km dengan akses jalan utama sehingga tidaka akan membuat kita kesulitan untuk menemukannya. Tidak jauh dari lokasi istana Pagaruyung tersebut, terdapat kompleks kantor Bupati Tanah datar.

Akses Ke Istana Pagaruyung

Untuk mencapai lokasi obyek wisata istana Pagaruyung tersebut, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, ataupun transportasi umum. Batusangkar sendiri hanya berjarak sekitar 100 km dari kota Padang yang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke kawasan obyek wisata istana Pagaruyung, sebagai berikut:
  • Dewasa : Rp 15.000 / orang
  • Anak - Anak : Rp. 7.000 / orang
  • Wisatawan Asing : Rp. 25.000 / orang
Fasilitas 

Beberapa fasilitas dan sarana yang tersedia di obyek wisata Pagaruyung antara lain Mushalla, toilet umum, klinik kesehatan dan tempat parkir kendaraan yang luas.

Halaman dari kompleks wisata ini cukup luas, bahkan di belakang bangunannya juga terdapat lahan luas yang digunakan sebagai bumi perkemahan. Fasilitas lain yang tersedia di objek wisata ini antara lain, musala, toilet umum, dan klinik kesehatan.

Penginapan

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Istana Pagaruyung dan ingin bermalam disana, maka mereka dapat menyewa penginapan yang tersedia di sekitar lokasi wisata tersebut. Harga sewanya sekitar Rp200.000-300.000 per malam. 

Beberapa hotel dan penginapan yang ada di kawasan Batusangkar tersebut antara lain hotel Pagaruyung, hotel Yoherma, dan Emersia hotel.

Alamat lengkap : Limo Kaum, Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27281
Temukan di Google Map

2. MUSEUM ADITYAWARMAN 

image via www.museumadityawarman.com

Museum Adityawarman ini di resmikan pada tanggal 16 maret 1977 oleh Mendikbud Prof. DR. Syarif Thayeb. Berdasarkan SK Mendikbud RI No. 01/1991 tanggal 9 Januari 1991. Museum  ini adalah museum budaya yang terletak di Kota Padang, provinsi Sumatera Barat. Pengambilan nama Adityawarman berasal dari salah seorang Raja Malayapura pada abad ke-14 yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit. Museum Adtyawarman ini juga di kenal dengan sebutan Taman Mini ala Sumatera Barat.

Sebaagai museum budaya, museum ini memiliki fungsi untuk menyimpan dan menjaga kelestarian benda-benda bersejarah, dimana salah satunya adalah Rumah Gagonjong (Baanjuang) yang merupakan cagar budaya suku Minangkabau. Obyek wisata ini sangat cocok di jadikan sebagai obyek wisata sejarah sekaligus obyek wisata edukasi untuk para pelajar dan Mahasiswa.

Koleksi museum Adityawarman ini dikelompokkan menjadi sepuluh macam jenis koleksi yakni geografika (geologika), etnografika, biologika, historika, arkeologika, numismatika (heraldika), seni rupa, teknalogika, keramologika, dan filologika.

Jam Operasional 
  • Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu : Pukul 09.30 WIB - 18.00 WIB
  • Jum'at : Pukul 08.00 - 16.00 WIB
  • Senin : Tutup 
Harga Tiket Masuk
  • Dewasa : Rp. 2.000 / orang
  • Anak - Anak : Rp. 1.000 / orang
Alamat lengkap: Jl. Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kec. Padang Barat., Kota Padang, Sumatera Barat 25114
Temukan Di Google Map

3. BENTENG FORT DE KOCK


Benteng Fort De Kock ini adalah sebuah benteng yang merupakan peninggalan penjajah Belanda yang berlokasi di Kota Bukittinggi, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Benteng Fort De Kock ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 yang berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan Rakyat Minangkabau pada masa perjuangan kemerdekaan dulu. Hingga saat ini kondisi bangunan Benteng Fort De Kock ini masih berdiri dengan kokoh.

Kawasan di sekitar benteng tersebut kini telah di kelola oleh pemerintah daerah menjadi sebuah taman yang asri dengan banyaknya pepohonan rindang dan mainan anak-anak yang ada di dalamnya. Benteng Fort De Kock ini lokasinya sama dengan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan.

Alamat lengkap: Jl. Yos Sudarso, Benteng Ps. Atas, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26136
Temukan Di Google Map

4. MUSEUM BUNG HATTA 


Museum Bung Hatta pada mulanya adalah rumah asli dimana Bung Hatta dilahirkan hingga Beliau berumur 11 tahun. Kemudian Bung Hatta melanjutkan pendidikan sekolah menengahnya di Kota Padang (Meer Uitgebred Lager Onderwijs). Pada tahun 1960-an rumah Bung Hatta ini rusak dan rusak, kemudian rumah tersebut di bangun kembali atas ide dari Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta.

Museum Bung Hatta ini dibangun sama persis seperti bentuk aslinya, dimana sebagian besar perabotan yang ada didalamnya masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta. Koleksi di Museum Bung Hatta antara lain berupa perabotan yang terkait dengan kehidupan masa kecil Bung Hatta, seperti lemari, tempat tidur, kursi, jam antik, dan sebagainya.

Museum Bung Hatta ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tujuan wisata sejarah dan edukasi bagi para pelajar dan Mahasiswa agar bisa terinspurasi oleh semangat dan cita - cita besar Bung Hatta.

Jam Operasional : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Harga Tiket Masuk : Sukarela

Alamat lengkap: Jl. Soekarno Hatta No.37, Campago Ipuh, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26137
Temukan Di Google Map

5. ISTANA BUNG HATTA 


Istana Bung Hatta atau Gedung Negara Tri Arga pada awalnya merupakan gedung bekas kediaman Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta yang berlokasi di pusat Kota Bukittinggi, provinsi Sumatera Barat. Bangunan yang berdiri saat ini merupakan hasil renovasi karena pada tahun 1960-an  bangunan tersebut pernah di hancurkan oleh pasukan penjajah Belanda.

Sebelum proklamasi kemerdekaan, bangunan ini silih berganti menjadi tempat kedudukan Residen Padangse Bovenlanden dan Asisten Residen Agam.  Selama delapan bulan dari bulan Juni 1947 – Februari 1948 gedung tersebut juga pernah berfungsi sebagai tempat kedudukan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Jam Operasional : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Harga Tiket Masuk : Sukarela

Alamat lengkap: Bukit Cangang Kayu Ramang, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26136
Temukan Di Google Map

6. LOBANG JEPANG BUKITTINGGI 


Satu lagi obyek wisata sejarah yang berada di kota bukittinggi, provinsi Sumatra Barat adalah  Lobang Jepang. Tempai ini merupakan lobang peninggalan tentara Jepang pada masa perang kemerdekaan di masa lalu.

Lobang jepang ini di buat atas intruksi dari LetJen Moritake Tanabe yang merupakan seorang panglima Deviai ke 25 Angkatan Darat tentara jepang pada saat itu.

Lobang tersebut berfungsi sebagai tempat persembunyian dan penyimpanan senjata tentara Jepang selama perang kemerdekaan. Lobang Jepang mempunyai luas sekitar 2 Hektar dengan panjang lobang sekitar 6 kilometer. Namun demikian, saat ini lobang yang di buka dan sanggup untuk di telusuri oleh para wisatawan hanya sekitar 1.5 kilometer saja.

Lobang tersebut memiliki 132 anak tangga dan  21 lorong kecil yang di gunakan untuk menyimpan senjata, ruang tahanan, ruang pertemuan, pintu pelarian, serta ruang penyergapan.

Lobang jepang di dirikan pada tahun 1942-1945, pada ketika jepang menjajah indonesia dengan cara mempekerjakan tahanan dengan kerja paksa yang di sebut kerja Romusha.

Lokasi Dan Akses 

Untuk bisa sampai ke lokasi lobang Jepang ini, tidak sulit bahkan bila kita berkunjung ke bukittinggi, akan sangat  mudah untuk menemukan lobang jepang tersebut.

Lokasinya berada tidak jauh dari Jam Gadang, dan juga Janjang Koto Gadang atau janjang saribu, yang berada di perbatasan antara agam dan bukittinggi. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari jam gadang, untuk mencapai lokasi lobang Jepang tersebut.

Jam Operasional : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Harga Tiket Masuk : Rp. 10.000 / orang 

Jika membutuhkan pemandu Anda akan dikenakan tarif Rp. 60.000 

Alamat lengkap: Jl. Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat 26138
Temukan Di Google Map

Itulah uraian tentang Daftar 6 Wisata Sejarah Di Sumatra Barat Yang Wajib Anda Kunjungi. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda. Kunjungi blog saya di www.mediatravelling.com untuk memmbaca artikel - artikel menarik lainnya.

Post a Comment for "Daftar 6 Wisata Sejarah Di Sumatra Barat Yang Wajib Anda Kunjungi"