Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Wisata Solo Surakarta

Daftar Isi

Panduan Wisata Solo Surakarta
credit:flickr.com

Surakarta juga dikenal dengan nama Solo atau Sala, Surakarta digunakan dalam konteks formal dan resmi. Terletak di Provinsi Jawa Tengah, terbentang di dataran subur di sepanjang sungai terpanjang di Jawa, Bengawan atau Sungai Solo. 

Diapit oleh gunung Merapi dan Merbabu di utara, dan Gunung Lawu di perbatasan tenggara, terkenal sebagai benteng dan pusat budaya dan tradisi Jawa. Solo adalah tempat lahirnya budaya Jawa, dengan Dua Rumah Kerajaan di satu kota: Kraton Solo dan Mangkunegaran, sebuah kerajaan. 

Keturunan kedua rumah kerajaan ini masih dianggap sebagai pemimpin budaya dan tradisi Jawa. Upacara megah dan festival kerajaan masih diadakan dengan penuh kepura-puraan hingga saat ini.

Solo menempati 44,03 kilometer persegi luas permukaan. Sejarahnya dimulai pada tahun 1745 ketika Keraton Kartasura Kerajaan Mataram dipindahkan oleh Raja Susuhunan Pakubuwono II setelah dihancurkan setelah terjadi kerusuhan. Seluruh pelataran dipindahkan dalam prosesi besar ke situs baru yaitu Desa Sala, sebuah desa yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo. Setelah itu, desa ini menjadi Surakarta Hadiningrat.

Kerajaan kemudian dibagi menjadi Dua, Kasunanan Surakarta (pengadilan utara) dan Yogyakarta (pengadilan selatan) setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Dua tahun kemudian, kemunduran Kerajaan Mataram berlanjut ketika wilayah utara Surakarta diserahkan kepada Pangeran Sambernyawa (Mangkunegara I) dan Istana Kerajaan Mangkunegaran didirikan. 

Ini menandai keberhasilan kebijakan Belanda yang dikenal sebagai "devide et impera" (membagi dan menaklukkan) di Hindia Timur. Sejak saat itu, budaya pengadilan yang sangat rumit dan elegan dikembangkan ketika kedua pengadilan memberikan energi yang besar ke dalam seni. 

Wayang dan gamelan adalah beberapa seni pertunjukan yang masih dipentaskan hingga saat ini. Keris, karnaval dan festival tradisional Jawa juga termasuk di antara berbagai warisan budaya takbenda Solo.

Solo juga dikenal sebagai salah satu sentra Batik di Indonesia. Batik adalah proses pengerjaan tekstil tradisional yang melibatkan penggunaan lilin untuk menutupi kain dalam pola dan dengan demikian mengontrol area yang terkena pewarnaan. 

Dalam proses tradisional, lilin panas batik tulis ("batik tulis") diaplikasikan dengan kesabaran dan keterampilan yang luar biasa dengan alat yang terlihat seperti pipa tetapi digunakan seperti pena. Para wanita dan gadis-gadis itu duduk melingkari kompor kecil yang sering berasap yang memanaskan lilin. 

Banyak rumah yang lebih besar berpartisipasi dalam industri Batik, dengan area yang disediakan untuk konvoi yang terdiri dari 10 hingga 30 wanita dan gadis, yang biasanya berasal dari desa. Pekerja yang benar-benar terampil umumnya sudah tua, dan tingkat produksi batik saat ini sepertinya tidak akan berlanjut di Jawa yang berkembang secara ekonomi sebagai alternatif, kegiatan yang kurang menuntut menyerap lebih banyak tenaga kerja murah ini.

Solo telah mengembangkan identitas unik sebagai tujuan wisata favorit di Jawa dan Indonesia. Wisatawan dari berbagai belahan dunia maupun dari berbagai pelosok Indonesia dan asing datang kesini untuk menikmati waktu liburan mereka.

Pedoman pariwisata dan perjalanan wisata Solo, Surakarta dapat dirinci sebagai berikut :

Kebun Binatang Taru Jurug

Taru Jurug Zoological Garden merupakan objek wisata yang cukup menyenangkan bagi keluarga. Banyak makhluk eksotis ditempatkan di sini dan fasilitas mereka mulai meningkat secara nyata, dengan pengayaan lebih lanjut dalam bentuk mainan bermain yang ditambahkan ke kandang mereka yang seringkali kecil. 

Sorotan termasuk orang utan, monyet, singa, harimau, macan tutul, buaya, pelikan, dan burung berwarna cerah, seperti burung beo, burung merak, dan burung toucan. Naik unta sangat populer dan pada waktu sibuk, antrian cepat terbentuk untuk ini. Kebun Binatang Solo merupakan bagian dari Taman Kota Pusaka dan terkenal di kota Solo.

Keraton Mangkunegaran

Istana Mangkunegaran atau Puro Mangkunegaran dibangun oleh Raden Mas Said yang dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa. Dibangun tepat setelah penyerahan Perjanjian Salatiga, 13 Maret 1757. Raden Mas Said kemudian dinobatkan sebagai Pangeran Mangkunegoro I.

Istana Mangkunegaran dibagi menjadi dua bangunan utama, bernama pendopo dan dalem. Hal yang paling menarik dari Istana ini adalah terbuat dari kayu jati utuh.

Pendopo merupakan bangunan Joglo yang ditopang oleh empat tiang utama. Digunakan untuk mengadakan upacara dan untuk menampilkan tarian tradisional Jawa. Ada seperangkat gamelan atau alat musik tradisional yang disebut Kyai Kenyut Mesem yang dimainkan hanya untuk mengiringi tarian tradisional yang diadakan pada acara-acara tertentu.

Ada sebuah ruangan bernama Pringgitan di gedung Dalem. Ini adalah tempat di mana keluarga kerajaan menerima perusahaan khusus seperti fungsionaris. Wayang kulit terkadang juga dipentaskan di Pringgidan. Ada beberapa lukisan karya Basuki Abdullah, seniman terkenal dari Solo. Dipajang untuk menghias Dalem Pringgitan.

Beberapa koleksi harta karun leluhur yang memiliki nilai estetika dan sejarah juga tersimpan di dalamnya. Ada banyak koleksi topeng tradisional yang dikumpulkan dari berbagai tempat di Indonesia. Sastra kuno dari periode Majapahit dan Mataram, ornamen emas, dan beberapa potret Putri Mangkunegoro.

Keraton Mangkunegaran juga memiliki perpustakaan bernama Rekso Pustoko.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

keraton-solo
credit:flickr.com

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Kasunanan merupakan salah satu ciri khas Kota Solo. Keraton, dengan tipologi arsitekturnya yang langka, meliputi wilayah yang sangat luas, terdiri dari Alun-alun Lor (Alun-alun Utara), Alun-alun Kidul (Alun-alun Selatan) dan keraton itu sendiri. 

Keluarga keraton Kasunanan Surakarta masih tinggal di sini, begitu pula Prabu Pakubuwono XIII, keturunan mendiang Prabu Pakubuwono I. Sebagian bangunan tersebut merupakan kawasan hunian pribadi bagi keluarga keraton, namun sebagian telah dikembangkan dan dikelola sebagai kawasan wisata. 

Pengunjung dapat mengunjungi museum yang memajang banyak barang kerajaan yang menarik seperti senjata, pakaian, peralatan bahkan kereta kuda yang beberapa kadang masih digunakan hingga saat ini. Istana ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi karena nilai budaya-historisnya, dan fasad arsitekturnya yang eksotis.

Sungai Bengawan Solo

Sungai terpanjang di Jawa ini mengalir di sepanjang tepi timur kota dari sumbernya di bukit batu gamping di selatan, dekat perbatasan Jawa Timur hingga mulutnya di dekat Surabaya, di laut Jawa. Sayangnya, sungai itu sekarang dangkal dan tidak bisa diarungi lagi. 

Tapi di masa lalu itu adalah penghubung penting antara Solo dan pantai utara Jawa Timur. Panjangnya 600 km mengalir di 2 provinsi yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dengan lebar irigasi 16.000 km 2, merupakan daerah aliran sungai terbesar dan utama. 

Itu naik di lereng Gunung Lawu dan pegunungan kapur selatan (Pegunungan Sewu) dan mengalir ke utara, kemudian ke timur untuk mengalir ke Laut Jawa pada titik di seberang Pulau Madura, barat laut Surabaya. 

Dalam 30 tahun terakhir pembangunan sarana irigasi di wilayah sungai Bengawan Solo telah mencapai tingkat perkembangan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan selesainya pembangunan bangunan irigasi yang masih dalam pengerjaan atau bahkan sudah dibangun seperti waduk, bendungan, tanggul, jaring irigasi, dan lain-lain.

Pasar Klewer

pasar-klewer-solo
credit:flickr.com

Di luar gerbang barat Alun-Alun Utara Keraton, pasar tua ini menjual semua jenis kain, terutama batik. Kain tradisional lainnya adalah lurik (kain katun bergaris tenunan tangan) dan tenun ikat. Ada ratusan toko yang macet di sepanjang lorong-lorong sempit. 

Para pengunjung harus siap menawar. Pakaian dan garmen batik, kain tenun, perhiasan tradisional dan lokal, wayang kulit, keranjang, aksesoris kulit kura-kura, pernak-pernik, kuningan dan barang-barang dekoratif lainnya, dan segala macam barang antik adalah makanan khas daerah.

Kampung Batik Kauman

Kauman yang dikenal dengan sebutan Pakauman adalah sebuah kampung tua yang memiliki ciri khas seni dan budaya seperti batik, hadroh dan gamelan (alat musik tradisional Jawa). Dengan arsitektur tradisional Jawa (Joglo) dan rumah bergaya Belanda yang terkadang berpadu, Kauman menjadi salah satu destinasi wisata unik di Solo.

Kauman dikenal sebagai pemasok batik di Solo, khususnya untuk Kerajaan Kasunanan, yang akhirnya berkembang lebih luas bahkan untuk pasar nasional. Bangunan-bangunan di Kauman sekarang masih menyimpan ruangan untuk memproduksi batik dan showroom. 

Motif klasik yang diproduksi secara manual menjadi ciri desain batik. Saat ini, meskipun ada pasar batik multi-warna, batik klasik buatan tangan masih mendominasi melalui modifikasi pada desainnya.

Dunia Air Pandawa

Pandawa Water World adalah tempat wisata baru di Desa Sukoharjo, Kecamatan Grogol, Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Pandawa Water World (PWW) menawarkan berbagai atraksi air baik yang alami maupun buatan. 

Mengikuti tren wisata air lainnya, Pandawa Water World tidak mau ketinggalan menawarkan sesuatu yang berbeda dan istimewa, hal tersebut dapat dilihat dari cara penamaan wahana, seperti : Krishna Wave Pool, Gatotkaca Bungee Drop Tower, Gatotkaca Pool, Kolam Renang Anak dan Balita Kunti dan nama unik lainnya yang berasal dari wayang terkenal di Indonesia.

Selain waterboom itu sendiri, ada juga wahana lain seperti : Volcanic Pond (kolam air panas), Water curtain, Aerated kawah, Raft Slide, Racer Slide, Earth Shower, Mountain Cavern, Bungee Jumping, Body Slide, Black Hole dan masih banyak lagi.

Post a Comment for " Panduan Wisata Solo Surakarta"