Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang


Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang
image : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Lawang sewu merupakan salah satu tujuan wisata heritage yang berada di provinsi Jawa Tengah. Obyek wisata heritage ini memiliki bentuk bangunan yang megah dengan ciri khas nuansa zaman kolonialisme yang terasa kental sekali. Beberapa sudut bangunan yang ada di Lawang Sewu ini sangat mirip dengan struktur bangunan bangsa Eropa tempo dulu khususnya arsitektur dari bangsa Belanda.

Menurut catatan sejarah, Lawang Sewu pada zaman dahulu merupakan sebuah kantor milik sebuah perusahaan perkerataapian kala itu yaitu Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij-NIS.

Pada tahun 1864, untuk pertama kalinya di bangun sebuah jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan antara stasiun Semarang -NIS dengan stasiun Tanggung. Pembangunan jalur kereta api tersebut selesai pada tahun 1867. Kemudian menyusul di bangun juga jalur kereta api lain yang menghubungkan kota Semarang - Solo - Yogyakarta oleh NIS dan jalur kereta api dari Kedungjati ke Ambarawa sejauh 206 km.

Tujuan awal pembangunan jalur kereta api tersebut adalah untuk mengangkut hasil dari perkebunan dan pertanian dari daerah kekuasaan keraton Solo dan Yogyakarta (Voorstenlanden) ke pelabuhan Tanjung Mas di Semarang, dan menggantikan angkutan tradisional tradisional menggunakan pedati. 

Seiring waktu dengan semakin berkembangnya perusahaan kereta api (NIS) serta bertambahnya jumlah pegawai yang ada, maka kemudian diputuskan untuk membangun sebuah kantor administrasi baru di daerah Semarang. Adapun lokasi yang dipilih berada di ujung Jalan Pemuda Semarang (d/h Bodjongweg). Perencanaan pembangunan kantor tersebut dipercayakan kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag dari Belanda. Kantor tersebut di mulai pembangunannya pada tanggal  27 Februari 1904 dan selesai pada tanggal 1 Juli 1907. Bangunan kantor tersebut didirikan diatas lahan seluas 14.216 m2 dan kita kenal sebagai Lawang Sewu sekarang ini.

Bangunan Lawang Sewu terdiri atas beberapa bagian gedung, yaitu:

1. Gedung A

Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang
image : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Gedung A merupakan bangunan utama dari kantor NIS pada masa lalu. Gedung A ini berlantai tiga dengan konfigurasi huruf “L” ini, pada bagian depannya tampak berbentuk seperti sebuah layang-layang dengan pintu masuk utama yang terletak pada sudut pertemuan di antara kedua sayap bangunan tersebut. Pintu masuk utama dilindungi oleh sebuah kanopi dan ditopang oleh konstruksi tiga busur. Bagian atapnya merupakan sebuah balkon luas yang terhubung langsung dengan bangsal utama. 

Vestibula yang berada di lantai dasar dirancang dengan  sangat menarik dengan pintu kaca patri, lantai, dan dinding marmer. Ruangan tersebut merupakan pengantar ke ruangan yang di dalamnya terdapat tempat tangga utama, dengan hamparan jendela besar berkaca patri dari J. L. Schouten di Delft. Bagian lantai dari ruang kantor dan selasar dilapisi dengan ubin berukuran 16X16 m2. Selasar gedung yang terdapat di bagian tengah dan luar berfungsi untuk menghubungkan berbagai ruangan yang ada di gedung tersebut. 

Konstruksi pada bagian lantai berbentuk rollag lengkung dan setiap jarak 2 meter ditopang oleh profil baja melintang. Gedung A sendiri memiliki luas 5.473,28 m² dan sekarang ini dimanfaatkan sebagai tempat pameran dan di jadikan sebagai obyek wisata.

2. Gedung B

Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang
image : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Gedung B adalah merupakan pengembangan dan  perluasan dari gedung A (gedung utama), yang terdiri dari dua lantai utama dan satu lantai ruang atap. Gedung B memiliki perbedaan dengan gedung A karena pada gedung B tersebut sudah menggunakan sistem struktur beton bertulang. Gaya bangunan pada gedung B ini lebih sederhana dan menandai gaya pada jamannya (dekade ke-2 abad XX). Gedung B memiliki luas 4.145,21 m².

3. Gedung C

Gedung C merupakan sebuah bangunan yang terdiri dari 2 lantai, dimana pada lantai 1 dahulu berfungsi sebagai tempat mencetak tiket dan jadwal kereta api NIS. Bangunan tersebut memiliki ukuran panjang 17 m, lebar 10 m, tinggi 11 m, dan memiliki  luas 342 m². Bagian dinding menghadap ke barat. Gedung C sekarang ini difungsikan sebagai ruang pameran di lantai 1 (satu) sedangkan untuk lantai 2 (dua) untuk sementara digunakan sebagai kantor Divisi Heritage dan Arsitektur PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di sisi bagian tenggara terdapat sebuah bangunan tambahan yang digunakan untuk ruang audio-visual.

Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang
image : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

4. Gedung D

Gedung D adalah bangunan pertama yang didirikan dan berfungsi sebagai rumah penjaga (concierge) dan percetakan. Gedung D adalah merupakan bangunan satu lantai yang memiliki atap berbentuk limas dengan ukuran panjang 15,8 m, lebar 6,25 meter, dan luas 197 m². Terdapat setidaknya 6 buah tiang, yang dua di antaranya menyatu dengan tembok. Jarak antar tiang tersebut yaitu 3,16 m. Hal menarik dari tiang tersebut adalah kepala tiangnya yang berbentuk zigurat terbalik dan diantara tiang tersebut terdapat tembok dan jendela.

5. Gedung E

Gedung E adalah bangunan  satu lantai yang memiliki luas 135 m², memiliki bentuk atap seperti pelana dengan penutup genteng, dan pintu serta jendela yang memiliki jalusi kayu. 

6. Rumah Pompa

Bangunan rumah pompa berbentuk oktagon (segi delapan). Masing-masing segi memiliki 2 buah jendela, kecuali pada bagian pintu yang terletak di sisi timur. Bentuk atapnya mengerucut mengikuti bidangnya dengan puncak berbentuk bola. 

Lawang Sewu adalah saksi bisu dalam peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 19 Oktober 1945. Gedung Lawang Sewu tersebut menjadi rebutan antara AMKA (Angkatan Muda Kereta Api) dengan tentara Jepang sebelum tentara sekutu datang. Pada kurun waktu tahun 1942 hingga 1945, Lawang Sewu kemudian diambil alih oleh Jepang dan digunakan sebagai Kantor Riyuku Sokyoku (Jawatan Transportasi Jepang). Dan pada tahun yang sama, Lawang Sewu juga di jadikan sebagai Kantor DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia). 

Selang setahun berikutnya, yakni tahun 1946, Lawang Sewu digunakan sebagai markas tentara Belanda sehingga kegiatan perkantoran DKARI terpaksa harus pindah ke bekas de Zustermaatschappijen. Setelah adanya pengakuan atas kedaulatan RI pada tahun 1949, Lawang Sewu digunakan sebagai markas Kodam IV Diponegoro. Pada tahun 1994 Lawang Sewu diserahkan kembali kepada Perusahaan Jawatan Kereta Api melalui Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA) yang kemudian berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Informasi Seputar Lawang Sewu

Jam buka : Setiap hari pukul 07.00 Wib - pukul 21.00 Wib
Harga Tiket Masuk : Rp. 10.000 (Dewasa) dan Rp. 5.000 (Anak - anak)

Alamat Lengkap : Jl. Pemuda, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132

Temukan di Google Map

Demikianlah ulasan tentang Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang Lawang Sewu.


referensi : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Post a Comment for "Wisata Heritage Jawa Tengah-Wisata Ke Lawang Sewu Semarang"